Kenapa Kena Selalu Jumpa Mentor ?



The way Oxford University teaches me to think!

Baru je abes meeting dengan supervisor, which supposedly semalam. I was the one yang minta postpone sebab progress tak seberapa nak baik, and sebab tu saya minta dia postpone to another date. Then ape yg dia reply semalam masa saya minta dia postpone the meeting, 'No Nazri, we still need to meet up, regardless of what you have achieved'.


So lagi skali dalam meeting pagi ni dia cakap kat saya (in his English British accent of course =D) , Nazri pls jangan risau sangat pasal your research progress. I am here to help. Kalau semuanya berjalan lancar, I suppose you would have not needed me. Anda tak perlukan saya lagi. Buat kesekian kalinya jiwa saya tersentuh..huhu.

To be honest, ini bukan pertama kali dia cakap mcm tu. Dia kata kalau xde progress during our weekly meeting pun takpe. We can meet up and have a chat over coffee. Apa yang dia slalu bagitau saya, dan banyak kali dia inform kat saya - 'Nazri, saya nk awak happy while doing your research..because I believe, people can always come out with extraordinary works if they are happy, and happy with what they are doing. In contrast,orang yang stress slalu, nak nampak perfect, xde silap langsung, adalah lebih mudah buat silap. Nazri, I've seen your progresss when u were happy..I just wowed!'. Dia kata lagi ' awak ni bijak, fast learner, tp bila stress, awak mudah collapse'. Haha. Adoi kena sebijik. Tapi tulah, itulah saya, dan itulah supervisor saya.




Syukur sangat dengan kurniaan ALLAH, sebab saya dapat dia sebagai supervisor saya. Dia tak pernah kata any bad words to me. Siap cakap "all I want is for you to be happy, and of course as a result, eventually you will feel utterly proud with ur PhD. I am here just to help, not to judge you. I feel bad when people say they dont wanna see me. I feel devalued"

Banyak saya belajar dari dia. InsyaALLAH, nanti student saya nnti, saya cuba apply konsep yg sama mcm mana dia ajar saya. I've seen macam mana cara dia ajar student undegraduate jugak..and saya involved sebagai lab demonstrator. sangat full of fun! memain bagai. Tp bila part presentation/discussion..kebaboom jawapan memasing. Creativity berkembang mekar..hehe. Pengajaran yg saya nampak sepanjang saya kat sini..is to be happy with whatever you are doing. Just be yourself..less worried, have fun and enjoy your self-actulisation journey. My supervisor siap pesan jgn compare dengan orang lain. Dia kata setiap dari kita ade kebijaksanaan masing2. He even told me jgn bandingkan dengan paper/journal/thesis in my area. Dia siap kata kita sebenarnye lagi bijak dari mereka.


Yes, sepanjang saya kat sini..dia banyak mengajar saya how to think and how to do work with lots of fun. Make no mistake, dia sbnrnye sangat teliti/quite tough when it comes to work. Of course, dia kena pastikan graduate oxford are all up to the standard. Tapi tak pernah pon skali dia CAKAP pasal benda ni. Apa yg dia buat, dia ajar saya macam mana nk fikir, criticise my own work, play around with my creativity, have fun with works, jangan terlalu membandingkan diri (sekali skala takpa), dia ajar saya hargai kelebihan saya, plus mcm mane nk jadi manusia yg suka membantu, bukan memberi kritikan yg merosakkan. Kalau dia ade benda yg dia nk tegur saya, dia akan say 'sorry' dulu. Dalam email ke or even verbal conversation. Yes, saya sangat kagum dengan dia. Given dia dulu graduate Oxford juga..saya hypothesised (actually i am testing this hypothesis), yang Oxford mampu menjadi sangat cemerlang hampir 900 tahun lamanya, atas budaya ini. Budaya membantu manusia mengenal potensi diri. Bukan budaya 'memaksa' manusia untuk menjadi sesuatu yang bukan diri dia.

Alhamdulillah..saya yakin ape yg saya dapat skrg ini atas berkat doa dan sokongan mak abah, keluarga, saudara serta semua rakan2 saya. Terima kasih semua. iALLAH, apa yg baik saya dapat di Oxford ini..akan cuba saya bawa pulang ke Malaysia nanti.

Salam Maju Jaya Semua!! ^^,

Mechanobiologist,
Oxford

kredit: Dr Nazri Bajuri


Comments

Popular Posts